News
Loading...

Pengertian Harddisk, Bagian dan Jenisnya

Dari yang kalian lihat Komputer dan Laptop merupakan pusat untuk menyimpan data maupun informasi yang harus memiliki Hardisk. Bagi kalian sebagai pengguna tentunya sudah tidak asing lagi dengan perangkat keras yang bernama harddisk. Tapi masih banyak juga orang yang belum tau, Apa itu harddisk? Apa saja bagian dan jenis-jenisnya? Kali ini Sarjana Bersama merangkum pembahasan mengenai Harddisk. Bagi kalian yang ingin memahaminya, segera lihat pembahasan dibawah ini.

Pengertian harddisk, bagian harddisk, jenis harddisk


Pengertian Hard Disk

Harddisk adalah sebuah istilah yang dipakai oleh benda yang terdiri dari piringan megnetis yang berputar dan keras serta komponen lain yang berada didalamnya. Harddisk pada komputer merupakan piranti penyimpanan sekunder, dimana data disimpan sebagai pulsa magnetik pada piringan logam yang disebut platter yang berputar secara terintegrasi. Fungsi harddisk yaitu utamanya sebagai media penyimpanan pada komputer atau storage data secara permanen.

Seluruh bagian dari harddisk komputer diproduksi dengan tingkat presisi yang tinggi hal ini berkenaan dengan komponen-komponenya yang berukuran mini dan bagian inti dari harddisk ini terletak didalam dengan keadaan kedap udara alias tidak boleh kemasukan udara dan hal ini bertujuan untuk memastkan bahwa tidak ada benda lainnya yang menempel pada permukaan plater sehingga bisa membuat head menjadi rusak.

Disk berputar dengan kecepatan tinggi dan kepala magnetik dipasang dilengan bergerak yang berfungsi untuk menulis dan membaca data. Sebuah drive harddisk dapat berputar dengan kecepatan 7.200 rpm (rotasi per menit). Untuk kapasitas penyimpanan harddisk terbilang cukup besar. Kapasitas Harddisk pada komputer sekarang bisa mencapai 500 GB hingga 1 TB. Dalam penyimpanannya harddisk menggunakan saruan byte, dimana :

1 TB = 1024 GB (Giga Byte)
1 GB = 1024 MB (Mega Byte)
1 MB = 1024 KB (Kilo Byte)
1 KB = 1024 Byte.

Bagian-Bagian Hard Disk

Berikut adalah komponen-komponen harddisk yang memiliki fungsi-fungsinya tersendiri :

1. Platter

Platter terbuat dari bahan keras seperti aluminium, kaca atau keramik yang kemudian diselimuti dengan bahan magnetis yang berfungsi untuk menyimpan data dikomputer Anda. Sebuah harddisk berkapasitas besar biasanya dilengkapi dengan platter yang lebih dari satu, yang disusun bertumpuk di tengah spindle. Platter terdiri dari track dan sector yang bertugas menyimpan ID pengenal untuk format harddisk.

2. Spindle

Spindle merupakan komponen yang berfungsi untuk menahan platter agar tetap berada diposisinya pada saat platter diputar. Semakin besar kecepatan perputaran pada spindle, maka semakin cepat pula akses pada harddisk.

3. Read Atau Write Head

Read atau write head adalah komponen yang berfungsi untuk membaca, menulis atau menghapus data pada platter. Head terletak pada platter bagian atas dan bagian bawah. Cepat lambatnya head dalam membaca dan menulis tergantung pada kondisi sector yang terdapat pada platter.

4. Read Write Actuator Arm

Read atau write actuator arm berperan layaknya sebuah lengan pada jenis pemutar musik yang dulu. Arm ini berfungsi untuk menyesuaikan posisi read atau write head sesuai dengan lokasi data yang akan tulis pada pattern.

5. Logic Board

Logic Board adalah sirkuit utama yang terdapat pada harddisk yang berfungsi untuk menyimpan BIOS. BIOS tersebut akan dikenali ketika harddisk telah terhubung dengan mainboard, sehingga akan siap untuk dikenali ketika pada saat di hubungkan dengan Motherboard.

6. Actual Axis

Yaitu alat yang berfungsi sebagai media untuk menyangga head agar head tersebut dapat berada diatas atau dibawah platter.

7. Ribbon Cable

Adalah kabel yang berfungsi untuk menghubungkan antara head dengan logic board. Sebagai media penghantar informasi dari head ke logic board ataupun sebaliknya.

8. Setting Jumper

Yaitu komponen pada harddisk yang berfungsi untuk menentukan hardisk pada motherboard. Jika kita memasang 2 harddisk pada komputer, maka kita harus mensetting jumper pada harddisk. Dengan mensetting jumper maka kita bisa menentukan mana harddisk primer dan sekunder atau lebih dikenal dengan master dan slave.

9. Power Conector

Berfungsi sebagai sumber arus yang langsung dari power supply. Power supply yang terdpat pada harddisk ada 2 (dua) bagian: Yang pertama tegangan 12 Volt, memiliki fungsi untuk menggerakkan mekanik seperti piringan dan juga Head. Lalu yang kedua tegangan 5 Volt, mempunyai fungsi untuk mesupply daya pada Logic Board supaya dapat bekerja mengirim maupun menerima data.

Jenis-Jenis Harddisk

Berikut ini adalah beberapa jenis harddisk yang wajib kalian ketahui :

1. Hardisk ATA atau EIDE

Hard disk dengan tipe EIDE (Enhanced IntegratedDrive Electronic) atau tipe ATA (Advanced Technology Attachment) adalah standar versi terbaru suatu antar muka disk yang sesuai untuk koneksi ke bus. Banyak produsen disk memiliki rentang disk dengan antar muka EIDE / ATA, disk semacam itu dapat dihubungkan langsung ke bus PCI, yang digunakan pada banyak PC (personal computer).

Keuntungan drive EIDE / ATA yang signifikan adalah harganya yang cukup murah, karena penggunaannya di pasaran PC. Salah satu kekurangan utamanya adalah diperlukan kontroler terpisah untuk tiap drive jika dua drive digunakan bersamaan untuk meningkatkan performa. Salah satu produsen chip yang terkenal sudah menyertakan kontroler yang memungkinkan disk EIDE / ATA dihubungkan langsung ke motherboard.

2. Hard Disk SCSI

SCSI (Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.

Penggunaan SCSI paling banyak terdapat di hard disk dan tape drive. Namun, SCSI juga terdapat pada scanner, printer, dan peranti optik (DVD, CD, dan lainnya). Standar SCSI digolongkan sebagai standar yang device independent sehingga secara teoritis SCSI bisa dite¬rapkan di semua tipe hardware.

Berdasarkan tingkat kecepatan putarannya, hard disk jenis IDE memiliki kecepatan putaran 5.400 rpm dan 7.200 rpm. Sedangkan hard disk SCSI mampu berputar antara 10.000 s.d. 12.000 rpm. Tingkat kecepatan putaran piringan hard disk diukur dalam satuan RPM (rotation per minute/putaran per menit). Semakin cepat putaran hard disk, maka jumlah data yang dapat dibaca oleh head semakin banyak. Demikian pula sebaliknya. Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan, antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hitachi.

3. Hard Disk RAID

Menjanjikan performa yang luar biasa dan menyediakan penyimpanan yang besar dan handal. Disk tersebut digunakan baik dalam komputer performa tinggi atau dalam sistem yang memerlukan keandalan yang lebih tingi dari tingkat normal. Akan tetapi, dengan semakin menurunnya harga ke tingkat yang lebih terjangkau, disk tersebut menjadi lebih menarik bahkan untuk sistem komputer dengan ukuran rata-rata.

4. Hard Disk SATA

Hard disk SATA ( Serial Advanced Technology Attachment ) terkenal dengan kecepatan transfer datanya yang sangat tinggi dan mampu mengurangi latensi atau delay. Dalam proses pentransferan datanya hard disk jenis ini melakukannya secara berurutan. Hard disk jenis ini juga tidak menggunakan sistem master atau slive karena dalam penggunaannya hard disk ini hanya bisa menggunakan satu kabel untuk satu hard disk.

5. Hard Disk SSD

Tidak seperti jenis hardisk sebelumnya teknologi hard disk yang satu ini tidak menggunakan mekanik dalam media penyimpanannya akan tetapi menggunakan teknologi SSD (Solid State Disk), jadi teknologi yang digunakan sama seperti USB Drive atau memori komputer. Apabila sobat perhatikan dengan seksama jenis hard disk ini tidak memiliki komponent bergerak didalamnya.

Demikianlah pembahasan materi mengenai Pengertian Harddisk, Bagian dan Jenisnya. Semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.


Baca juga : 

Post a Comment

2 Comments